Jakarta, 25 Oktober 2008
Di 33 tahun yang lalu ada seorang ibu yang penuh dengan rasa cinta mengandung seorang bayi yang akan ia lahirkan nantinya. Dengan amat susah payah dan penuh pengorbanan, sang ibu mempertahankan sang bayi itu layaknya seorang manusia memperjuangkan hidup dan matinya demi sang bayi tesebut. Dia juga yang merasakan akan sakitnya selama mengadung, dan ia pula yang merasakan bagaimana masa depan sang anak tersebut. Sebuah pengorbanan seorang ibu yang tidak bisa di gantikan dengan apa-apa….
Pada 33 tahun yang lalu di kota Jakarta, dikala senja akan terbit dan memancarkan sinar yang indah sang bayi mungil yang manis itu lahir dan menghirup udara yang pada waktu itu tidak sekejam kota metropolitan pada saat ini. Seorang bayi mungil yan masih polos dan tidak tau masa depannya akan seperti apa. Doa selalu di panjatkan sang ibu kelak ia akan menjadi anak yang dapat menjunjung tinggi harkat dan martabat, menjadi anak yang sholeh dan dapat menjadi hidup ini penuh dengan keihlasan.
33 tahun, bukan angka yang sedkit untuk sebuah lilin yang menghiasi kue tart yang mungil ini… bukan umur yang sedikit untuk mengakhiri semua yang pernah ia alami. Terlalu banyak kenangan yang telah di perbuatnya, terlalu banyak lika liku yang pernah menghinggapi dan juga dengan segala kemelut yang ada. Dengan di tambahnya usia itu, berarti berkurang juga ia akan menghirup udara yang ada.. Tiada kata yang dapat di ucapkan olehku untuk orang orang yang tercintanya selama ini , hanya seuntai kata kata terima kasih yang dapat dia sebutkan..
Terima kasih Allah, yang selalu memberikan aku kesempatan untuk melihat hari esok dengan segala kenikmatannya.
Terima kasih Mamah, yang sudah mengandung dan selalu mendoakan aku selama ini. Aku belum bisa berbuat banyak untukMu.
Terima kasih Papah, semoga Engkau selau mendoakan aku di Sana..
Terima kasih Kakak2u Ayah, Bunda , Daddy dan Mami yang selalu menjadi panutan dan punya keluarga yang indah.
Terima kasih Adiku Babab dan Ibu yang selalu menjadi tempat curahan hatiku, walaupun kamu paling kecil, tetep aja kamu yang suka marahin aku kalo aku nakal.
Terima kasih semua Ponakanku Amanda Diva, Vito, Viluna, Vio dan Keanu yang selalu membuat hari-hariku tertawa. I love u all…
Terima kasih buat “Bebi” yang menjadi bagian hidup aku selama 1 tahun lebih ini dan selalu mengingatkan aku akan doa2nya dan omelannya yang sangat berarti. Dia juga yang sekarang ini mengajarkan bagaimana caranya hidup dengan sederhana dan bagaimana menjalankan hidup in dengan tulus dan ikhlas.
Dan Terima kasih buat sahabat- sahabatku yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu.Tanpa kalian aku gak mugkin dapat setegar ini, tanpa kalian aku gak dapat menjalankan hari hariku dengan bahagia. Still give me the support ya guys..