Sejak kejadian itu, sudah hampir 1 minggu kita tidak pernah bisa meluangkan waktu untuk ketemu, entah dari kesibukan masing-masing atau hanya karena kita memang berperang untuk tidak saling menemui. Komunikasi itu terputus tanpa sebab yang dapat kita tuntaskan sampai dengan detik ini.
Aku sendiri gak ngerti apa yang sedang terjadi sama kita?
Hanya dengan bermodalkan komunikasi yang seada adanya, kita bisa merencanakan pertemuan itu. Dengan segenap perasaan yang di persiapkan, dengan segenap rasa ketakutan apa yang kan terjadi nantinya akhirnya saatnya tiba.
Ketika melihat tatapan matanya, aku merasakan kehangatan yang ada. Dari suaranya aku mendengar dia memanggil namaku, aku merasakan menyamanan yang ada. Ingin rasanya aku memeluk dia dengan erat, ingin rasanya aku dibelai olehnya dengan kasih sayang. Ada apa kita sebenarnya?
Tapi tanpa kusadari ada kehampaan di luar sana, getaran yang dia berikan ke aku bukan getaran yang dia berikan berapa bulan yang lalu.. Bahkan dari tatapannya pun bukan tatapan yang di berikan pada awal pertemuan kita.
Kita harus selesaika masalah ini satu persatu, dari tutur katanya dia berkata bahwa hubungan yang ada sudah amat berbeda. Dia tidak bisa merasakan sayang yang aku kasih, dia tidak bisa merasakan kehangantan yang aku curahkan, dia tidak bisa menikmati perhatian yang aku berikan .. sedangkan aku?? tanpa setitikpun aku berusaha untuk tidak pernah mengurangi itu semua. Hancur rasanya aku mendengar yang dia katakan. Air matapun yang aku tumpahkan sudah tidak bisa menjawab itu semua.
Ada apa sebenarnya dengan kita?
Tanpa aku sadari semua itu terkuak, perbedaan yang selama in aku takutkan akhirya terungkap juga. Kekhawatiran yang selama ini selalu mengancam di hari hari ku terungkap sudah. Hanya waktu yang dapat menjawab itu semua.
Ingin rasanya semua kembali normal, dan kembali merasakan kehangatan itu. Tanpa kusadari ternyata aku masih menginginkan kasih sayang, perhatian, kekonyolan dan canda tawanya yang ada.
Bukan kita yang menginginkan ini semua, tapi karena perbedaan itu yang membuat akhirnya dia menjadi berubah.
Aku ingin dia yang dulu selalu ada di hati aku , aku ingin dia yang selalu hadir di hari hariku. Aku ingin merasakan kasih sayang yang dia berikan, rasa cinta yang tanpa harus di paksakan, rasa perhatian yang tanpa basa basi.
Biarkan lah waktu yang menjawab itu semua, biarkanlah hati kecilnya yang berbicara itu semua tanpa ada paksaan dari sekelilingnya.